Dunia

Siapakah Claude Shannon di Google Doodle Hari ini

Claude Shannon google doodle

Hari ini tepat pada tanggal 30 April 2016, Google Doodle memperingati Claude Shannon. Saat ini adalah ulang tahunnya yang ke-100. Tepat pada umurnya yang satu abad ini, Google Doodle memberi hormat untuk mengganti logo pada halaman utama Google dengan gambar Claude Shannon.

Sebenarnya siapa itu Claude Shannon? Sampai dirinya bisa mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari Google. Seperti yang kita tahu, bahwa bukan sembarang orang yang bisa ditampilkan di Google Doodle. Yang pasti orang tersebut harus memiliki kontribusi yang luar biasa pada suatu bidang tertentu. Selain itu dia juga harus sangat terkenal. Begitu pula dengan Claud Shannon, dia adalah seorang matematikawan, insinyur listrik, dan kriptografer. Beliau juga dikenal sebagai “Bapak Teori Informasi”.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Claud Shannon, lebih baik kita mengenal sejarahnya terlebih dahulu. Pria ini lahir di Petoskey, Michigan, namun besar di Gaylord, Michigan. Dia lahir tepat pada tanggal 30 April 1916. Namun pada usia 84 tahun, lebih tepatnya pada tanggal 24 Februari 2001, beliau telah meninggal dunia.

Claud Shannon dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Ayahnya bernama Claude, Sr. (1862–1934) bekerja sebagai hakim. Sedangkan ibunya Mabel Wolf Shannon (1890–1945) bekerja sebagai guru bahasa di salah satu SMA yang ada di Gaylord.

Claude Shannon dikenal sebagai ahli teknik dan matematikawan. Dirinya memiliki teori yang sangat terkenal, yakni teori matematika untuk komunikasi. Kemudian dia mengembangkan teori matematika yang ia kuasai untuk ilmu komputer. Dari sinilah awal mula pengembangan komputer digital dan revolusi komunikasi digital modern. Itulah mengapa Claude dikenal sebagai ‘Bapak Teori Informasi’.

Salah satu teori Shannon yang paling penting adalah tentang konsep informasi entropi, Eric Weisstein Dunia Matematika. Ia menunjukkan bahwa kita bisa mempersingkat sebuah pesan secara signifikan tanpa harus merusak makna utama dari pesan tersebut. Hal ini ia lakukan untuk membuktikan bahwa pesan yang lebih singkat bisa lebih cepat tersampaikan dari pada pesan yang sangat panjang.

Bukan hanya itu saja, Claude Shannon juga membuktikan dalam dunia komunikasi. Dirinya telah mengungkapkan kalau dalam percakapan yang berisik sekalipun, sinyal akan tetap bisa dikirim tanpa adanya distorsi. Namun untuk bisa mengirim pesan dalam keadaan bising, pesan tersebut harus dikodekan terlebih dahulu menjadi self- checking. Dengan begitu, sinyal akan diterima dengan jelas oleh penerima. Ternyata temuan dari metode Shannon itu tidak hanya di dunia komputer saja, tapi juga di linguistik, psikologi, kriptografi, dan fonetik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top