Ispirasi

3 Pujian Yang Seharusnya Tidak Disampaikan Pada Anak

Pujian Yang Seharusnya Tidak Disampaikan Pada Anak

Sebagai orang tua, Anda tentunya akan melakukan segala hal untuk dapat membangun semangat anak dalam belajar. Salah satunya ialah dengan cara memberikannya pujian sebagai bentuk pengharagaan atas pencapaian yang telah dilakukan oleh anak. Dengan memberikannya pujian, maka Anda dapat memberikannya semangat serta motivasi baru sehingga ia akan semakin berusaha dalam meningkatkan kemampuannya untuk menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Namun, orang tua yang terlalu sering memuji anaknya dengan nada berlebihan justru akan membuat mereka cenderung lebih berpikir bahwa hanya dirinya lah yang paling baik dan mengganggap orang lain ada dibawahnya. Saat harapan ternyata tidak berbanding lurus dengan keadaan yang sebenarnya, maka hal tersebut dapat menjadi tekanan yang hebat serta menimbulkan rasa kecewa yang mendalam bagi sang anak. Memberikan pujian pada anak memang tidak salah, karena bagaimana pun juga orang tua pasti ingin memberikan hal yang terbaik bagi anak – anaknya. Beikut ini merupakan beberapa hal yang tidak sebaiknya disampaikan kepada anak saat Anda memujinya.

Kamu yang terbaik di kelas

Memuji anak dengan mengatakan bahwa mereka ialah terbaik dikelasnya justru akan membentuk pola pikir baru. Ia akan berpikiran bahwa teman yang lainnya tidak dapat lebih hebat dari kemampuan yang ia miliki. Sehingga anak nantinya akan memiliki karakter arogan dan merasa bahwa dirinya ialah yang paling hebat. Anda juga perlu memperhatikan kalimat yang akan disampaikan. Anda dapat mengajarkan anak untuk berbicara lembut sehingga maksud perkataan akan tersampaikan dengan baik. Dengan begitu, anak akan lebih termotivasi untuk dapat menjadi lebih baik di dalam bergaul dengan teman-teman sekelasnya.

Kamu anak hebat

Memberikan pujian dengan mengatakan ‘anak hebat’ memang dapat dilakukan kepada sang buah hati. Namun, Anda juga harus tetap piawai dalam membaca situasi, apakah anak memang layak untuk diberikan pujian hebat atau tidak. Oleh karena itu, Anda sebaiknya lebih memperhatikan saat ibu memberikan predikat tersebut pada sang anak. Daripada harus menghujani anak dengan beragam pujian, Anda sebaiknya mengijinkannya untuk mengerjakan sesuatu yang terkesan lebih sulit dan menantang sesuai dengan usianya. Dengan demikian, mereka akan dapat berpikir bahwa tantangan yang cukup memang harus ditaklukan terlebih dahulu untuk menjadi anak yang hebat.

Kamu anak yang paling berani sementara lainnya penakut

Memberikan pujian kepada anak terhadap keberaniannya saat menaklukan tantangan memang tidak ada salahnya. Namun, Anda perlu ingat bahwa pujian tersebut seharusnya tidak disertai dengan nada yang merendahkan. Anda lebih baik mempercayakan kemampuan kepada anak daripada harus memujinya dengan meningkatkan derajatnya jauh lebih tinggi daripada anak lainnya. Jenis pujian ini akan menjadikan anak suka meremehkan atau merendahkan teman-temannya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top